Baccarat Mobile Download_Online gambling_Gaming platform_Macau Online Casino

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Permainan baccarat terbaik

SIndonesian Indonesian BaccaratbaccarateIndonesian Baccaratlain pedofilia, ada kelainan lain yang termasIndonesian Baccaratuk kepada penyimpangan seksual chronophilia – ketertarikan seksual pada individu dengan usia tertentu. Salah satunya infantofilia. Orang yang memiliki ‘penyakit’ ini memiliki minat seksual terhadap bayi. Gila banget ‘kan? Nggak tega :(:(

Mungkin akan ada banyak orang yang memaki artikel ini karena mayoritas orang sangat takut dianggap buruk gara-gara sedikit tahu tentang ilmu seksual dan mendukung tujuan artikel ini sebagai media untuk melakukan edukasi seksual. Well, nggak masalah. Disini Hipwee hanya mengajak untuk mempelajari istilah-istilah parafilia yang mungkin banyak orang belum tahu. Jika memang berkenan, artikel ini juga bisa dijadikan pathokan untuk melihat diri sendiri. Bukan menuduh, hanya saja kalau ternyata satu dari kita merasa ada sesuatu yang salah, semua bisa ditangani sejak dini. Yuk disimak istilah-istilah apa yang mewakili kelainan-kelainan seksual yang bisa kita temui di kehidupan sehari-hari di dekat kita.

Adakah orang yang mengalami kepuasan seksual hanya dengan cara mengintip? Jelas, ada. Buktinya banyak kasus kriminal soal ini di masyarakat. Kepuasan seksual yang diraih oleh pelaku bisa terjadi apabila dia mengintip orang yang lagi ganti pakaian, mandi, atau bahkan sampai aktivitas hubungan seskual. Memang sih nggak ada kontak fisik antara pelaku dengan si korban, tapi si pelaku biasanya melakukan masturbasi sembari mengamati obyek intipnya.

Perilaku menyimpang ini melibatkan binatang dalam aktivitas seksualnya. Nama kelainan ini punya dua sebutan, yaitu bestialiti dan zoofilia. Istilah tersebut berlaku untuk siapa pun yang melakukan dengan hubungan seksual dengan binatang jenis apapun. Jadi nggak ada pengelompokan binatang yang kemudian membuat penyakit tersebut punya cabang.

Pernah dengar berita tentang pemuda yang memperkosa seorang nenek-nenek? Ingat atau tidak, kasus tersebut bisa saja karena si pelaku mengidap geronontofilia. Penyakit geronontofilia merupakan kelainan yang dimiliki seseorang atas dasar ketertarikan seksual pada orang-orang yang telah lanjut usia.

Orang-orang yang mengidap froteurisme biasanya punya kecenderungan menggesek-gesek alat kelaminnya pada bagian tubuh orang asing. Parahnya, mereka melakukan ini nggak pilih-pilih tempat, termasuk di tempat umum. Kalau kamu pernah dengar ada seorang manusia melakukan pelecehan seksual di KRL atau busway, bisa jadi dia ngidap penyakit itu.

Buat yang sering mengkonsumsi berita, istilah pedofilia mungkin nggak asing lagi di telinga. Apalagi beberapa tahun lalu, Indonesia dikejutkan dengan terungkapnya kasus-kasus kejahatan seksual pada anak di Jakarta Internasional School. Seorang pedofil punya perilaku menyimpang dalam masalah seks dengan anak kecil sebagai korban dari fantasinya.

Ketika seseorang kerap memperlihatkan alat kelaminnya pada orang lain, bisa jadi orang tersebut punya kelainan yang bernama eksibisionisme. Orang dengan kelain seperti ini punya keinginan bikin orang kaget, takut atau bahkan terkesan oleh perilakunya. Terdengar gila bagi kita. Memang. Meskipun nggak secara langsung ada gangguan fisik terhadap orang lain, tapi dia bisa sampai  masturbasi saat mempertunjukkan kemaluannya.

 Apalagi sih jenis-jenis kelainan seksual yang istilanya belum diketahui banyak orang. Yuk dibuka halaman selanjutnya!

Sampai saat ini, kebanyakan orang Indonesia menolak dan bahkan menganggap nista pengetahuan tentang seks. Namun, penolakan itu tidak akan mengubah fakta bahwa saat ini manusia sedang dihadapkan pada sebuah kehidupan bermasyarakat dimana banyak sekali orang memiliki kelainan seksual. Apakah penolakan fakta dan rasa takut terhadapa ilmu pengetahuan itu adalah solusi untuk permasalahan masyarakat yang satu ini? Mungkin bukan. Sekarang sudah saatnya orang Indonesia untuk lebih paham masalah ini. Bukan untuk ikut jadi orang berpenyakit, tapi untu bisa tahu lebih awal dan melakukan penanganan sejak dini.