Jangan Gunakan Terlalu Banyak Deterjen Saat Mencuci Pakaian, Kenapa?「Fair Baccarat」

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Permainan baccarat terbaik

MFair BaccaraFair Baccarattenggunakan deteFaFair Baccaratir Baccaratrjen yang berlebiFair Baccarathan dalam mencuci pakaian justru memberikan dampak negatif terhadap pakaian maupun mesin cuci.

Deterjen yang terlalu banyak juga dapat meningkatkan keausan pada pompa mesin cuci dan motor yang berfungsi seperti rem.

Mengapa terlalu banyak detergen adalah hal yang buruk?

Kemudian, deterjen yang banyak juga membuat mesin cuci mengeluarkan energi yang lebih besar untuk mencuci pakaian, karena mesin secara otomatis menambahkan bilasan ekstra dan jeda untuk mengurai kelebihan busa.

Menurutnya menggunakan terlalu banyak deterjen justru dapat menimbulkan lebih banyak masalah. Ini termasuk noda atau residu pada pakaian, bau yang tertinggal di mesin cuci dari residu berlebih yang terperangkap.

Padahal anggapan seperti demikian adalah sebuah hal yang keliru dan merupakan mitos semata yang kebenarannya malah terbalik.

Baca juga: Terlalu Banyak Deterjen Saat Mencuci Pakaian, Apa Dampaknya?

Manfaatkan fitur mesin cuci

Baca juga: Deterjen Bubuk Vs Deterjen Cair, Mana yang Lebih Baik?

Kali ini kita akan membahas mengenai pengaruh buruk ketika berlebihan dalam menggunakan deterjen saat mencuci pakaian, dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (23/1/2021).

Dengan banyaknya masalah yang berpotensi disebabkan oleh terlalu banyak deterjen, bagaimana kamu bisa memastikan untuk tidak berlebihan menggunakan deterjen dalam mencuci pakaian?

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam urusan mencuci pakaian, tidak sedikit orang beranggapan bahwa semakin banyak deterjen yang digunakan, maka semakin bersih pula pakaian yang dicuci.

Selain itu, deterjen yang berlebih juga membuat beban yang tidak dapat terkuras dengan baik, sehingga pakaian menjadi lebih basah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Meskipun tampaknya logis bahwa lebih banyak busa di mesin cuci akan berarti bahwa pakaian lebih bersih. Tapi, itu justru sebaliknya, menurut berbagai pakar laundy, termasuk Mary Gagliardi, alias Dr Laundry, seorang ilmuwan di The Clorox Company.