Baccarat Dragon_Yabo official website_Online betting_Handicap gambling_Malaysia Online Casino

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Permainan baccarat terbaik

FootbFootball Handicap appall HanFootball Handicap appdicap appBagi penduduk yang dengan sadar menFootball Handicap appjemur gabah di jalan raya pasti sudah paham dengan segala risiko yang bakalan dihadapi. Mau tak mau ia harus rela gabah jemurannya dilindas pengendara kendaraan bermotor. Belum lagi dengan risiko lain seperti ayam yang menginjak-injak hingga numpang makan besar di jemuran gabah tersebut. Mau gimana lagi, namanya juga jalan umum.

Ini sih golongan yang paling bikin sakit kepala. Sudah tau ia menggunakan seluruh badan jalan tapi nggak mau kalau ada yang injak gabah jemurannya. Mohon maaf nih, terus kira-kira orang lain harus melayang begitu kalau mau lewat situ? Jangan jadi tipe orang seperti ini ya SoHip, egois bener namanya!

Permisi mau lewat / Credit: Twitter

Nggak punya lahan / Credit: Twitter

Menjemur gabah di jalan umum, khususnya bagi masyarakat Indonesia yang hidup di pedesaan memang bukan hal baru. Tapi, tentunya kebiasaan ini menimbulkan sejumlah kontroversi. Baik dari pengguna jalan maupun pihak yang menjemur hasil panen tersebut. Namanya pun juga jalan raya, sekalipun tempatnya persis di depan rumah, kalau itu digunakan oleh banyak orang tentunya juga bikin bimbang siapa pun yang hendak lewat jalan tersebut.

Nah, ini yang perlu diperhatikan juga terutama bagi pengendara sepeda motor. Karena teksturnya yang kecil-kecil, gabah yang tengah dijemur bisa jadi membuat kendaraan roda dua terpeleset. Pokoknya kalau mau lewat jangan ngebut, nanti jatuh.

Suasana pedesaan/credit: Twitter

Uniknya, kegiatan tersebut udah berasa seperti budaya dan tradisi tersendiri. Hal itu dikarenakan aktivitas menjemur gabah di jalanan telah mengakar kuat di lapisan masyarakat. Nggak heran jika kebiasaan menjemur gabah di jalan bisa jadi akan terus berlanjut. Daripada bingung menyalahkan, lebih baik kita coba pahami lika-liku dari kebiasaan tersebut lewat beberapa gambar di bawah ini.

Susah juga kalau sudah menjadi kebiasaan turun-temurun yang sudah ada sejak dulu. Tapi sebaiknya memang tidak perlu menggunakan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi. Pastinya juga, nggak boleh egois dan marah-marah kalau gabah yang dijemur seluruh badan jalan sampai terinjak. Terlepas dari semuanya, semoga semua petani di seluruh Indonesia semakin makmur ke depannya deh.

Di balik segala pro dan kontranya, sebenarnya penduduk berupaya untuk memanfaatkan sumber daya alam sebagik mungkin. Mereka mengetahui titik maksimal di mana sinar dan panas matahari dapat tersalurkan dengan baik. Maka jawabannya yang terbaik ada di badan jalan. Selain nggak ada lahan, memang badan jalan merupakan tempat yang potensial untuk menjemur gabah.

Dari segi pengemudi pastinya bakal bingung banget apabila lihat gabah yang dijemur di seluruh badan jalan. Pasti ada perasaan tidak enak apabila harus melindas barang milik orang lain, yang mana itu merupakan makanan pokok sehari-hari. Belum lagi kalau orangnya nggak enakan, nunggu gabahnya kering dulu mungkin baru mau lewat