Vaksin AstraZeneca 94 Persen Efektif「Baccarat Platform Collection」 Cegah Risiko Rawat Inap karena Varian Delta

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Permainan baccarat terbaik

Baccarat Platform CollectioBaccarat Platform CollectionndBaccarat PlatforBaccarat Platform Collectionm CollectioBaccarat Platform Collectionnapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Dilansir dari Reuters, Rabu (23/6/2021), tim ilmuwan dari Universitas Oxford kemudian menyelidiki kemampuan antibodi monoklonal dalam darah orang yang sembuh dari Covid-19 dan mereka yang sudah divaksinasi AstraZeneca.

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

“Data yang keluar dari Inggris sangat bagus, sehingga kami memiliki pemahaman tentang bagaimana varian Delta berperilaku,” kata Mads Albertsen, ahli bioinformatika di Universitas Aalborg di Denmark.

Baca juga: Amat Jarang, Siapa yang Berisiko Alami Pembekuan Darah Usai Vaksin AstraZeneca?

Dilansir dari Nature, Selasa (22/6/2021), dalam studi Public Health England (PHE) yang terbit pada 22 Mei 2021 menunjukkan, dosis tunggal vaksin AstraZeneca atau Pfizer mengurangi risiko seseorang mengembangkan gejala Covid-19 yang disebabkan oleh varian Delta sebesar 33 persen. Sementara efikasi untuk varian Alpha (dengan satu dosis) sebesar 50 persen.

Dua dosis suntikan Pfizer mengurangi risiko seseorang mengembangkan gejala terinfeksi varian Delta hingga 88 persen, sementara pada varian Alpha efikasinya mencapai 93 persen.

Studi Kesehatan Masyarakat Inggris itu menemukan bahwa orang yang telah mendapatkan satu dosis vaksin AstraZeneca memiliki kemungkinan 75 persen lebih kecil untuk dirawat di rumah sakit, dibandingkan dengan individu yang tidak divaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Penting diingat, vaksin AstraZeneca lebih efektif melawan varian Delta dalam dosis penuh, dua kali suntik vaksin.

Bukti awal dari Inggris dan Skotlandia menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi varian Delta dua kali lebih mungkin berakhir di rumah sakit, dibandingkan dengan mereka yang terinfeksi varian Alpha.

KOMPAS.com - Hasil penelitian terbaru menunjukkan, vaksin Covid-19 AstraZeneca efektif menekan risiko rawat inap karena varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India.

Dosis kedua vaksin AstraZeneca meningkatkan perlindungan terhadap varian Delta hingga 60 persen, sementara perlindungan pada varian Alpha mencapai 66 persen.

Hal ini disampaikan perusahaan AstraZeneca pada Selasa (22/6/2021).

Kita peduli, pandemi berakhir!

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.