Prediksi Musim Hujan Maju dari Biasanya, BMKG Minta Masyarakat Siap Mitigasi Bencan「Online live casino」a

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Permainan baccarat terbaik

BOnOnline live casinolinOnline live casinoe live casinoaca juga: Musim Hujan 2020-2021, Indonesia Jadi Terbasah Ke-5 Sepanjang 40 Tahun

KeOnline live casinomudian 39,1 persen wilayah pada Oktober 2021, meliputi Sumatra bagian selatan, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Bali. 

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers daring, Kamis (26/8/2021).

Selain, prediksi musim hujan yang akan datang lebih awal daripada biasanya, Dwikorita juga mengatakan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia juga diprediksi akan mengalami musim hujan lebih besar dari biasanya.

Baca juga: Puncak Musim Hujan Indonesia, Ini Wilayah Waspada Risiko Bencana Hidrometeorologi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

“Perlu menjadi perhatian bersama, terutama di wilayah-wilayah rawan banjir, tanah longsor, dan tanah bergerak seiring intensitas curah hujan yang akan terus semakin meninggi,” kata Dwikorita.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau pemerintah daerah setempat dan masyarakat untuk mewaspadai, mengantisipasi dan melakukan aksi mitigasi lebih awal guna menghindari dan mengurangi risiko bencana. 

Selain prediksi musim hujan yang akan maju lebih awal, dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Dodo Gunawan juga turut memaparkan apa yang terjadi dengan kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia saat ini.

Sementara itu, sebanyak 28,7 persen wilayah lainnya pada November 2021, meliputi sebagian Lampung, Jawa, Bali - Nusa Tenggara, dan Sulawesi. 

BMKG memprediksikan, dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 14,6 persen diprediksi akan mengawali musim hujan pada September 2021, meliputi Sumatera bagian tengah dan sebagian Kalimantan. 

KOMPAS.com - Prediksi musim hujan di Indonesia akan datang lebih awal atau maju dari biasanya. Masyarakat diminta untuk bersiap melakukan mitigasi potensi bencana hidrometeorologi.

Puncak musim hujan periode 2021/2022 itu sendiri diprediksi akan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2022.