Baccarat betting method_Live Baccarat_Football betting platform_Gambling rules_Thai Chess

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Permainan baccarat terbaik

PemBaccarat Lucky Baccarat Lucky SBaccarat Lucky Sixixsixakainya bisa mengangkat 300 kg beban Baccarat Lucky Sixdengan mBaccarat Lucky Sixudah via schemamag.ca

Dengan menyediakan 52% dari keseluruhan produksi robot global, sebagaimana dicatat International Federation of Robot, Jepang tentu bisa disebut sebagai pusat atau ibu kota robot dunia. Tanpa mengetahui data itu sekalipun, semua orang mungkin akan langsung mengasosiasikan robot dengan Negeri Sakura. Pasalnya, kita sudah akrab dengan berbagai komik dan kartun Jepang tentang robot-robot sejak dari kecil. Baik robot raksaksa semacam Gundam atau robot kucing bersahabat yang datang dari masa depan seperti Doraemon. Meski akrab dengan cerita robot, tapi kita jelas bakal kesulitan membayangkan seperti apa rasanya benar-benar hidup bersama robot kayak kisah-kisah fiktif itu.

Cuma ya itu, masih sangat jauh rasanya jika mengatakan bahwa robot telah menggantikan posisi manusia. Bahkan di Jepang sekali pun. Tapi paling tidak, warga Jepang telah memiliki lebih banyak pengalaman hidup berdampingan dengan robot dibanding negara lain.

Uniknya, popularitas robot di Jepang ini bukan hanya dilatarbelakangi kemajuan teknologi semata tapi juga faktor sosial yang sebenarnya cukup menyedihkan. Mau tahu apa alasannya? Yuk simak bareng ulasan spesial Hipwee News & Feature ini!

Kalau ingin dilayani resepsionis robot mirip manusia dan dinosaurus, kamu bisa datang ke hotel ini via www.engadget.com

Minim orang muda usia kerja, mereka mengembangkan robot untuk isi kekosongan tenaga kerja via www.theguardian.com

Tangan-tangan robot untuk industri berat dan berbahaya seperti otomotif dan elektronik via gizmodo.com

Wakamura terhitung lebih murah daripada menyewa asisten rumah tangga via www.pinterest.com

Jadi teman kesayangan yang menemani orang tua-orang tua yang kesepian via asia.nikkei.com

Bukan boneka lho, tapi robot yang membantu menstimulasi emosi. Terutama bagi penderita Alzheimer via www.gettyimages.com

Beda ceritanya kalau kamu hidup di Jepang. Bukan lagi inovasi masa depan yang cuma bisa dilihat di pameran teknologi, robot sudah mulai diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari di Jepang. Penggunaanya bahkan sudah cukup populer di kalangan umum lho. Bentuknya pun bermacam-macam, dari tangan-tangan robot untuk pekerjaan berat di pabrik hingga robot cerdas yang menyerupai manusia atau hewan. Bahkan beberapa tahun belakangan ini, pemakaman khusus robot yang sudah mati (rusak) makin sering diadakan.

Banyak pasien lebih memilih berinteraksi dengan manusia, robot ini ada yang dipecat via www.japantimes.co.jp

Selain teknologi yang mungkin memang lebih unggul dibanding kebanyakan negara lain, alasan Jepang terus mengembangkan robot sebenarnya berakar dari isu-isu sosial di dalam negara itu sendiri. Terutama karena usia rata-rata warganya yang semakin menua dan semakin rendahnya angka kelahiran. Akibatnya, banyak orang tua yang harus dirawat sementara tidak ada anak muda yang siap bekerja. Jepang juga termasuk negara yang cukup tertutup menerima orang luar maupun pekerja asing. Makanya beda dengan tren pekerja asing di banyak negara, Jepang malah memilih fokus mengembangkan robot untuk mengisi kekurangan tenaga kerjanya.